Selasa, 13 Mei 2014

Mobile Computing

Seiring dengan perkembangan zaman teknologi, sekarang ini banyak sekali ponsel-ponsel cerdas (smartphone). Namun semua ini didahului oleh komputer, tetapi dahulu komputer hanya berbasis Dos yang hanya bisa melakukan perhitungan. Lihatlah sekarang, zaman sudah maju, komputer sudah tidak hanya untuk melakukan perhitungan saja, ponsel-pun tidak hanya untuk menelpon atau mengirim pesan singkat.
Sekarang ini, ponsel saja sudah dapat melakukan pekerjaan komputer pada umumnya, seperti :

  1. Office, jika dahulu pekerjaan ketik mengetik untuk membuat sebuah dokumen atau menghitung menggunakan rumus-rumus singkat excel hanya terdapat di komputer saja, sekarang ini ponsel-pun sudah bisa melakukannya.
  2. Permainan, memang ponsel saat ini belom mampu untuk menjalankan permainan-permainan online yang memang mengharuskan spesifikasi tinggi, khususnya hanya bisa dilakukan oleh komputer ataupun laptop. Namun, permainan-permainan yang disediakan dan mampu dijalankan oelh ponsel tidak kalah menariknya oleh permainan-permainan online tersebut.
  3. Database, hal ini biasa digunakan oleh manusia untuk menyimpan data-data mereka, dari data pribadi hingga data pekerjaan mereka. Hal tersebut sangat mudah jika kita menyimpannya dalam ponsel kita, karena memang ponsel tersebut yang biasa kita bawa sehari-hari dan juga lebih mudah dipergunakannya.
seua itu dapat dilakukan oleh ponsel maupun komputer, namun jika kita melihat cara pemakaian ponsel yang lebih mudah maka banyak diantara kita yang menggunakan ponsel untuk melakukan hal-hal tersebut. Hal ini juga didukung oleh perkembangan ponsel yang semakin hari semakin maju dan canggih, serta para produsen-pun juga memasarkannya dengan harga yang relatif terjangkau bagi konsumen.

Jika kalian ingin membeli dan menggunakan ponsel, silahkan pilih menurut porsi pemakaian anda, jangan hanya beli karena gengsi. melihat 4 produsen yang seperti pada gambar diatas, mereka masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri.

Mengapa Burung Hantu Bisa Memutar Kepalanya Hingga Hampir 360 Derajat ??

Mungkin dibenak kita juga menanyakan hal itu, "Mengapa burung hantu bisa memutar kepalnya sedemikian rupa ?". Jika manusia yang melakukan gerakan memutar kepalanya seperti burung hantu, manusia itu sendiri akan mengalami pendarahan internal dan mengalami kerusakan pada otot lehernya.

Para ilmuan mengungkapkan fakta unik tentang burung hantu. dalam tampilan gaya fleksibel layaknya ahli sihir, burung hantu dapat memutar leher mereka hingga 270 derajat tanpa mencederai pembuluh darah atau merobek tandon mereka. Namun para ilmuan di Johns Hopkins University School of Medicine, AS, memiliki data lengkap untuk menjelaskan keterampilan yang cukup menjelaskan dari burung hantu.

--Fenomenan ini yang membuat para pecinta burung bertanya-tanya selama ini--


Skema karakter dari leher burung hantu.
(Ilustrasi oleh Fabian de Kok Mercado, Michael Habib, Tim Phelps, Lydia Gregg, and Philippe Gailloud;
Johns Hopkins University of Medicine/National Geographic Magazine)

Berbeda halnya dengan hewan lain dan manusia yang dapat memindahkan mata untuk mengikuti objek atau menggunakan peripheral vision untuk mengamati ruang, burung hantu harus memutar kepala mereka untuk mendapatkan efek yang sama. Burung hantu memiliki soket mata yang tetap yang artinya bola mata mereka tidak dapat memutar, hingga memaksa untuk merenggangkan leher mereka sehingga tampak seperti sesuatu supranatural.

"Dalam kasus burung, sistem mereka dirancang untuk menangani sejumlah pergerakan.. Jaringan pembuluh darah dirancang sedemikian rupa lenturnya," kata Eric Forsman, seorang ahli biologi satwa liar dari US Forest Service.

Forsman menambahkan, leher burung hantu lebih lentur dibandingkan dengan manusia karena leher mereka hanya memiliki satu soket privot. Sementara manusia memiliki dua, ini membatasi kemampuan untuk memutar.

Burung hantu memiliki beberapa ruas tulang belakang, tulang-tulang kecil yang membentuk leher dan tulang belakang sehingga membantu mereka untuk mencapai berbagai rentang gerakan. Sementara jika manusia melakukan gerakan memutar seperti yang dilakukan oleh burung hantu, akan menyebabkan seluruh jenis pendarahan internal dan mengalami kerusakan.

Dalam penelitiannya, peneliti di Johns Hopkins mengambil 12 burung hantu yang telah mati dan menciptakan gambar tiga dimensi dari pembuluh darah dan tulang mereka. Peneliti juga menyuntikkan tubuh bangkai burung tersebut dengan pewarna dan cairan plastik berwarna merah untuk mengamankan pembuluh darah arteri sebelum dilakukan pembedahan.

Ketika dilakukan percobaan, ternyata tim menemukan bahwa burung hantu memiliki arteri cadangan, yang mana ini memberikan pasokan nutrisi segar saat pembuluh darah tertutup maka dengan cepet akan berbalik. Sehingga arteri mereka membengkak untuk menampung setiap kelebihan darah yang dihasilkan dari proses tersebut.

Forsman menerangkan bahwa hal ini merupakan ciri dari proses adaptif yang kuat namun tidak unik. Karena banyak burung lain yang memiliki kemampuan serupa untuk dapat melihat sesuatu di belakang mereka, elang ekor merah misalnya, sebagai hewan nocturnal mereka juga hampir memiliki kelenturan yang serupa.

"Ada banyak manfaat dengan memiliki kemampuan dapat melihat sesuatu melampaui bahu Anda dan melihat sesuatu yang datang. Ini berguna jika Anda berusaha menghindari predator yang datang atau dapat mendeteksi mangsa", terang Forsman. (Sumber : National Geographic News)